Why We Need Lunch & Networking?

Updated: Jul 1



Improving waste management ecosystem is also about improving the connection among the stakeholders. What we mean by stakeholder is every actor who relevant in this issue, can be government, waste banks, NGOs, recycling factory, waste related ventures, etc. OPPA realize that facilitating the network can affect the system because we believe that every stakeholder need each other to address the issue more effectively. Every stakeholder needs to know who are the actors involved in plastic waste management, what are their programs and progress, what they can do to support other stakeholders and what support or knowledge they need.


The objectives of Lunch & Networking is to strengthen the connection within plastic waste ecosystem in Surabaya, improving the knowledge by facilitating sharing session among stakeholders or capacity building by the experts, and initiate the collaboration among the stakeholders. In short, this event is dedicated to stakeholders so they can meet, chat, and share with each other.


Our first Lunch & Networking was held on 10 October 2019 in Botanika Restaurant and was attended by eighteen people who are the relevant stakeholders for waste management in greater Surabaya. The event went well, the invitee introduced themselves and shared their program or progress. Some of them were connected for the first time in this event.

List of attendance by institution:

  • Wehasta

  • Veolia

  • UNAIR

  • Karang Taruna Surabaya

  • TEDX Tunjungan

  • SMAN 6 Surabaya

  • Peduli Sungai Surabaya

  • Common Sea

  • Loh Jinawi

  • Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI)

  • Kampoeng Djoeang

  • Researchers from Hokkaido University

  • Jawa Pos

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Meningkatkan ekosistem pengelolaan limbah juga tentang meningkatkan koneksi di antara para pemangku kepentingan. Yang kami maksudkan dengan pemangku kepentingan adalah setiap aktor yang relevan dalam masalah ini, bisa pemerintah, bank sampah, LSM, pabrik daur ulang, usaha terkait limbah, dll. OPPA menyadari bahwa memfasilitasi jaringan dapat mempengaruhi sistem karena kami percaya bahwa setiap pemangku kepentingan membutuhkan setiap lain untuk mengatasi masalah ini secara lebih efektif. Setiap pemangku kepentingan perlu mengetahui siapa saja aktor yang terlibat dalam pengelolaan limbah plastik, apa program dan kemajuan mereka, apa yang dapat mereka lakukan untuk mendukung pemangku kepentingan lain dan dukungan atau pengetahuan apa yang mereka butuhkan.


Tujuan dari Lunch & Networking adalah untuk memperkuat koneksi dalam ekosistem limbah plastik di Surabaya, meningkatkan pengetahuan dengan memfasilitasi sesi berbagi di antara para pemangku kepentingan atau peningkatan kapasitas oleh para ahli, dan memulai kolaborasi di antara para pemangku kepentingan. Singkatnya, acara ini didedikasikan untuk para pemangku kepentingan sehingga mereka dapat bertemu, mengobrol, dan berbagi satu sama lain.


Lunch & Networking pertama kami diadakan pada 10 Oktober 2019 di Botanika Restaurant dan dihadiri oleh delapan belas orang yang merupakan pemangku kepentingan yang relevan untuk pengelolaan sampah di Surabaya besar. Acara berjalan dengan baik, para undangan memperkenalkan diri dan membagikan program atau kemajuan mereka. Beberapa dari mereka terhubung untuk pertama kalinya dalam acara ini.

Daftar hadir berdasarkan institusi:

  • Wehasta

  • Veolia

  • UNAIR

  • Karang Taruna Surabaya

  • TEDX Tunjungan

  • SMAN 6 Surabaya

  • Peduli Sungai Surabaya

  • Common Sea

  • Loh Jinawi

  • Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI)

  • Kampoeng Djoeang

  • Researchers from Hokkaido University

  • Jawa Pos

3 views

Social Media:

  • @oppaccelerator
  • @oppaccelerator
  • Ocean Plastic Prevention Accelerator