OPPA Empowers MSMEs in Waste Management in East Java to Prepare Effective Financial Report



In early 2021 Ocean Plastic Prevention Accelerator (OPPA) held a workshop for the second batch of the Waste Community Accelerator (WCA) Program. In the midst of the current pandemic, activities are carried out virtually or online through the Zoom application. For the workshop in January (21/1) this time, the topic raised was "Compilation of Financial Statements."


The workshop was hosted by Wiwik Erly, a financial coach certified by ICF with more than 500 hours of financial coaching experience. Wiwik presented basic knowledge on financial planning consisting of an understanding of cash flow, income statements, balance sheets, assets, depreciation and inventory. Wiwik also introduced the Jurnal by Mekari application which helps MSME entrepreneurs do their bookkeeping digitally.


The workshop was attended by the second batch of WCA participants: Sunawi - Rejeki Zayyan; Dian - DOA; Ata Faiqoh - Geledek; Budi Santoso - Budi Recycle Partner; Abdoel Choer - TPST Peganden Berhias Iman; Yudi Arianto - Urban Komposter. Most of the participants stated that financial reporting was a challenge for them. There are several challenges, including: consistency in recording, the complexity of physical administration, the complexity of classifying income and expense variables, understanding the correct calculation formula, to indebted consumers. In addition, they also revealed some of the mistakes they often made in recording their financial reports, such as : Errors in recording, delays in recording which resulted in loss of transaction evidence, to loss of report records when using digital applications.


"So far, my bookkeeping is still limited to recording incoming and expenses , but I haven't included the other transaction variables because I don't understand the function and how to calculate it," said Abdoel Choer - TPST Peganden Berhias Iman.


The financial statements are actually records of a company's financial information during a specific accounting period that could be use to describe the company's performance. According to Wiwik, there are at least five functions of financial reports, namely: Calculating business profit and loss, understanding the required capital and operating costs, financial reports for tax audits, calculating business performance , and creating business accountability. A simple financial statement / cash flow has at least five variables, namely: Sales, purchases, cash in & out, accounts payable, and accounts receivable.


Wiwik continued her presentation with material on financial balance. Balance sheet or position statement is part of the financial statements of an entity produced in an accounting period that shows the financial position (assets, liabilities and capital) of an entity at the end of that period. The Statement of Financial Position will be the basis for the company in making business decisions. The balance sheet consists of three elements, assets, liabilities, and equity which are connected by the following accounting equation: assets = liabilities + equity. Balance sheet contains the position of the entity's sources of assets and sources of financing to acquire the entity's assets during an accounting period (quarterly, quarterly, semiannually or annually).


At the end of the session participants also learn the other financial statement variables, such as : Fixed Assets and Intangible Assets; Depreciation and Amortization; Asset Acquisition Method; Straight Line Method; and Inventory Recording System. After introducing these variables, Wiwik introduced the participants to a financial reporting recording application called Jurnal by Mekari. This application makes it easier for participants to record their daily transactions because the financial transaction variables are neatly organized and easy to find. Apart from Jurnal by Mekari, there are several alternatives for recording other digital financial reports, including: Siapik, Accurate, MSME Accounting, Zahir, Bee Accounting, and Warung Books.


The participants were very enthusiastic about the workshop this time, as they asking a lot of questions. This topic also connected with the previous workshop (Tax and Legal Aspect ), so the participants could also refer to some of the information they got from the previous workshop Participants were eager to be able to produce financial reports that support their tax compliance fairly.


"At the end of every year I have to submit my company's financial report to the tax directorate general, this workshop helps me to prepare financial reports in accordance with the demands of the tax directorate general," said Dian - DOA.


Other participants admitted that they got the benefit from this workshop. Wiwik as a speaker explained the information clearly and answered their needs. Some participants even requested a longer workshop duration so that they can sharpen their skills and practice on how to use digital applications . To answer the needs of these participants, OPPA provides a private consultation session with Wiwik for each participant. Through this workshop, participants are expected to be able to compile financial reports effectively and improve the operational performance of their companies.


. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Di awal tahun 2021 Ocean Plastic Prevention Accelerator (OPPA) menyelenggarakan workshop untuk Program Waste Community Accelerator (WCA) angkatan kedua. Ditengah pandemi saat ini kegiatan sementara dilakukan secara virtual atau online melalui aplikasi Zoom. Untuk workshop pada Januari (21/1) kali ini, topik yang diangkat adalah “Penyusunan Laporan Keuangan.”


Workshop dibawakan oleh Wiwik Erly, financial coach yang bersertifikat oleh ICF dengan pengalaman jam terbang coaching finansial lebih dari 500 jam. Wiwik membawakan materi dasar perencanaan keuangan yang terdiri dari pemahaman mengenai cash flow, laporan rugi-laba, neraca keuangan, aktiva, penyusutan, dan persediaan. Wiwik juga mengenalkan aplikasi Jurnal by Mekari yang membantu pengusaha UMKM melakukan pembukuan mereka secara digital.


Materi penyusunan laporan keuangan yang beliau sampaikan sangatlah jelas mulai dari variabel transaksi keuangan yang perlu dimasukkan ke dalam laporan keuangan hingga metode perhitungan laporan keuangan. Di akhir sesi beliau juga memberikan latihan bagaimana cara mengoperasikan aplikasi Jurnal by Mekari yang dikerjakan dan dibahas bersama-sama dengan peserta.


Workshop diikuti oleh peserta WCA batch kedua, yaitu: Sunawi – Rejeki Zayyan; Dian – DOA; Ata Faiqoh – Geledek; Budi Santoso – Budi Recycle Partner; Abdoel Choer – TPST Peganden Berhias Iman; Yudi Arianto – Urban Composter. Sebagian besar peserta mengungkapkan bahwa pelaporan keuangan merupakan hal yang menantang bagi mereka. Ada beberapa tantangan, diantaranya: konsistensi dalam pencatatan, rumitnya administrasi fisik, rumitnya mengklasifikasikan variabel pemasukan dan pengeluaran, belum memahami formula perhitungan yang tepat, hingga konsumen yang berhutang. Selain itu mereka juga mengungkapkan beberapa kesalahan yang sering mereka lakukan dalam pencatatan laporan keuangan, yaitu: Kesalahan dalam pencatatan, keterlambatan dalam pencatatan yang berakibat hilangnya bukti transaksi, hingga hilangnya catatan laporan ketika menggunakan aplikasi digital.


“Selama ini pencatatan yang saya lakukan masih sebatas mencatat uang masuk dan uang keluar, namun saya belum memasukkan variabel transaksi lain karena belum paham fungsi dan bagaimana cara menghitungnya,” ujar Abdoel Choer – TPST Peganden Berhias Iman.

Laporan keuangan sejatinya merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan. Fungsi laporan keuangan menurut Wiwik setidaknya ada lima, yaitu: Menghitung untung rugi bisnis, memahami modal dan cost operasional yang dibutuhkan, laporan keuangan untuk audit bayar pajak, memperhitungkan peningkatan kinerja usaha, dan menciptakan akuntabilitas bisnis. Laporan keuangan / arus kas sederhana setidaknya memiliki lima variabel, yaitu: Penjualan, pembelian, kas masuk & kas keluar, hutang, dan piutang.


“Untuk menciptakan laporan keuangan perusahaan secara efektif, penting untuk memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis. Untuk itu sebaiknya pemilik perusahaan mengalokasikan pembayaran gaji untuk pemasukan pribadinya sendiri di setiap bulannya,” ungkap Wiwik.


Wiwik melanjutkan paparannya dengan materi mengenai neraca keuangan. Neraca atau laporan posisi adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan (kekayaan, kewajiban, dan modal) dari suatu entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Laporan Posisi Keuangan akan menjadi dasar perusahaan dalam menghasilkan keputusan bisnis. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan akuntansi berikut: aset = liabilitas + ekuitas. Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulanan, caturwulanan, semesteran atau tahunan).


Setelah memahami neraca keuangan, peserta diajak untuk memahami variabel laporan keuangan lainnya, yaitu: Aktiva Tetap dan Aktiva Tak Berwujud; Penyusutan dan Amortisasi; Metode Perolehan Aktiva; Metode Garis Lurus; dan Sistem Pencatatan Persediaan. Setelah mengenalkan variabel tersebut, Wiwik mengenalkan peserta pada aplikasi pencatatan laporan keuangan yang bernama Jurnal by Mekari. Aplikasi ini memudahkan peserta dalam mencatat transaksi harian mereka karena variabel transaksi keuangan telah diorganisir secara rapi dan mudah ditemukan pada aplikasi ini. Selain Jurnal by Mekari, terdapat beberapa alternatif pencatatan laporan keuangan digital lainnya, diantaranya: Siapik, Accurate, Akuntansi UMKM, Zahir, Bee Accounting, dan Buku Warung.


Peserta sangat antusias pada workshop kali ini, terlihat dari banyaknya jumlah pertanyaan yang mereka ajukan. Terlihat kesinambungan antara workshop kali ini dengan workshop sebelumnya (membahas mengenai legal) yang ditunjukkan dengan antusias peserta mengaitkan materi penyusunan laporan keuangan dengan materi mengenai pajak yang telah mereka dapatkan di workshop sebelumnya. Peserta ingin mampu membuat laporan keuangan yang menunjang pemenuhan pajak mereka secara adil.


“Setiap akhir tahun saya harus menyerahkan laporan keuangan perusahaan kepada ditjen pajak, workshop kali ini membantu saya menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan tuntutan ditjen pajak,” ujar Dian - DOA.


Peserta lainnya mengaku terbantu dengan workshop kali ini, menurut mereka, Wiwik memaparkan informasi dengan jelas dan menjawab kebutuhan mereka. Sebagian peserta bahkan menginginkan durasi workshop yang lebih panjang agar mereka dapat mempertajam keterampilan mereka mencatat laporan keuangan melalui praktik pencatatan laporan keuangan menggunakan aplikasi digital bersama Wiwik. Untuk menjawab kebutuhan peserta tersebut, OPPA menyediakan sesi konsultasi privat dengan Wiwik untuk setiap peserta. Melalui usaha ini, OPPA menargetkan peserta mampu menyusun laporan keuangan secara efektif dan meningkatkan performa operasional perusahaan mereka.



8 views0 comments
OPPA Final Logo-02.png